Yang diingat oleh penikmat pertandingan futsal adalah momen-momen proses terjadinya gol. Ada satu gol indah yang sampai saat ini masih teringat benar. Di Final Four Indonesian Futsal League Musim 2009 antara Electric PLN melawan BiangBola di Istora Senayan Jakarta.
Pemain Electric PLN, Topas Pamungkas berlari ke depan mengejar umpan lambung temannya di sisi kanan gawang lawan. Tanpa menoleh ke arah gawang, ia menendang sekeras-kerasnya. Dan hasilnya sebuah gol spektakuler.
Bagaimana pemain tersebut dapat menyarangkan gol tanpa menoleh sedikitpun? Salah satu jawabannya karena ia terlatih dengan baik untuk melihat dengan Peripheral Vision.
Menurut praktisi Hypnotherapist Immanuel A. Nanulaitta, "Peripheral Vision adalah istilah dari NLP (Neuro Language Program) untuk pandangan atau penglihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling. Kemampuan ini sering disebut juga penglihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada di luar titik fokus penglihatan."
"Kemampuan ini sebenarnya sudah dimiliki oleh setiap orang. Hanya saja ketika dibutuhkan suasana hati kita tidak rileks. Karena panik umumnya kemampuan ini susah dimanfaatkan. Jadi yang penting bagi setiap orang khususnya atlit ialah melatih diri melakukan self hypnosis. Ketika kita sudah menguasai skill ini, teknik pandangan luas atau pheriperal vision, akan sangat mudah muncul.
Berikut ini adalah petikan wawancara bersama praktisi Hypnotherapist Immanuel A. Nanulaitta (IAN) :
Bagaimana pemain tersebut dapat menyarangkan gol tanpa menoleh sedikitpun? Salah satu jawabannya karena ia terlatih dengan baik untuk melihat dengan Peripheral Vision.
Menurut praktisi Hypnotherapist Immanuel A. Nanulaitta, "Peripheral Vision adalah istilah dari NLP (Neuro Language Program) untuk pandangan atau penglihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling. Kemampuan ini sering disebut juga penglihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada di luar titik fokus penglihatan."
"Kemampuan ini sebenarnya sudah dimiliki oleh setiap orang. Hanya saja ketika dibutuhkan suasana hati kita tidak rileks. Karena panik umumnya kemampuan ini susah dimanfaatkan. Jadi yang penting bagi setiap orang khususnya atlit ialah melatih diri melakukan self hypnosis. Ketika kita sudah menguasai skill ini, teknik pandangan luas atau pheriperal vision, akan sangat mudah muncul.
Berikut ini adalah petikan wawancara bersama praktisi Hypnotherapist Immanuel A. Nanulaitta (IAN) :
SF : Lalu bagaimana caranya untuk memiliki kemampuan tersebut?
IAN : Kemampuan ini pada dasarnya sudah ada dalam diri kita masing-masing hanya saja belum digunakan secara maksimal." Contoh yang paling mudah adalah saat kita masuk ke sebuah ruangan. Saat pertama kali masuk, pikiran bawah sadar kita melalui indera pandangan secara otomatis merekam semua yang ada dalam ruangan tersebut. Sehingga ketika kita masuk lebih ke dalam kita akan memiliki rekaman benda apa saja yang berada di belakang kita.
SF : Apa yang pertama-pertama harus dilatih ?
IAN : Untuk meningkatkan dan melatih kemampuan tersebut. Pemain diminta fokus dan berkonsentrasi penuh terlebih dahulu. Merekam semua sudut-sudut lapangan dan semua yang ada termasuk teman dan lawan.
SF : Apa Manfaatnya ?
IAN : Pemain secara bersamaan dapat melihat apa yang ada di depannya dan apa yang ada di samping dan sekelilingnya. Bahkan pada kondisi ini kita bisa lebih mengenali bahasa tubuh orang lain, gerak-geriknya secara detail. Baik yang di depan kita maupun di sekeliling kita. Sehingga skil ini jelas-jelas bisa dipakai untuk membaca tindak tanduk lawan main. Kita akan dengan cepat menyadari saat lawan hendak merebut bola dari samping atau mungkin dari belakang. Mampu membaca pergerakan rekan sepermainan. Misal, saat fokus berlari ke depan, peripheral vision kita akan mampu mengenali umpan kawan dari samping atau belakang, sehingga bola tidak lagi jatuh di tempat yang kosong.
SF : Selain itu ?
IAN : Kondisi peripheral vision akan membuat kita bernafas lebih lancar dan nyaman, juga merasa lebih rileks. Hal ini penting dalam bermain olah raga, apalagi futsal. Kondisi pikiran dan otot menjadi lebih lentur untuk dipergunakan. Situasi ini sering dideskripsikan orang sebagai “masuk pada situasi kalem”. Situasi kalem ini penting sekali untuk membuat orang tidak mudah masuk kondisi emosional saat banyak faktor non teknis yang mengganggu. Misal, sorak sorai dan cercaan oleh penonton yang sering memancing emosi pemain. Kondisi kalem membuat pemain lebih memegang kontrol emosi mereka.
SF : Ada hal yang harus dihindarkan ?
IAN : Mengurangi jumlah “self talk negatif” yang seringkali menjadi masalah saat permainan olah raga. Semua dari kita pernah merasakan tidak enaknya saat kita mencela atau mengkritik diri sendiri secara pedas, misal “Bodoh sekali saya!”, apalagi jika dilakukan berulang-ulang. Itu dapat merusak fokus dan mood secara bersamaan, bahkan si pemain bisa frustrasi. Pemain bola perlu mengurangi self talk negatif, saat situasi sedang “tidak berpihak” pada dirinya. Sebenarnya penelitian pun menunjukkan bahwa saat berada dalam soft eyes ini, secara otomatis seseorang tidak dapat melakukan banyak self talk. Ini bagus sekali bagi pemain bola yang mulai tertekan kondisi atau baru saja melakukan kesalahan.
Ada banyak sekali teknik yang memberdayakan pikiran bawah sadar untuk diajarkan kepada pemain futsal, atau pemain olah raga apapun. Sedemkian luar biasa kemampuan peripheral vision sangat berguna untuk para pemain dalam pertandingan. Teknik-teknik hypnosis dapat diterapkan dan disisipkan pada saat latihan. Pelatih-pun harus memiliki pengetahuan teknik-teknik hypnosis. Rasanya setelah membaca artikel ini sudah sepatutnya kita belajar dan meningkatkan kemampuan tersebut.
Immanuel A. Nanulaitta - Hypnotherapist
Immanuel Abraham Nanulaitta, atau yang lebih akrab dipanggil IAN, adalah seorang praktisi terapi Hypnosis, atau biasa disebut Hypnotherapist. Dia lebih memilih untuk khusus melakukan terapi di bidang parenting / pengasuhan anak. Selain kepada orang tua dan guru, terapi Hypnoparenting juga diarahkan langsung ke anak-anak yang bermasalah dalam hal belajar dan prestasi di sekolah.
Dengan fokus di bidang Hypnoparenting ini, dia yakin bahwa dirinya sudah melakukan sesuatu yang sangat berharga bagi bangsa ini. Sejalan dengan pemikiran bahwa memberikan pembekalan life skill kepada anak-anak muda adalah hal yang sangat bermanfaat, saat ini dia juga melebarkan fokus pada Hypnosport untuk para pelatih dan olahragawan belia. Satu kalimat penting yang menjadi ciri dari hasil terapinya ialah Klien mencintai proses belajar.
Peran yangtelah dijalani selama 6 tahun sebagai Hypnotherapist telah mendorongnya untuk menghasilkan sebuah buku berjudul "Hypnoparenting, Cara Cerdas Mengubah Kebiasaan Buruk Anak dengan Hipnosis". Saat ini dia sedang mengembangkan berbagai pelatihan berbasis Hypnosis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan training-training motivasi yang langsung berdampak pada perubahan cara pikir dan perubahan perilaku.
0 komentar:
Posting Komentar